Kebetulan ada yang pesen cheese cake yang di dekor dengan keju cheddar parut, terbesit ingin buat dekorasi keju yang panjang yang para bakuler sering nyebut dengan keju gondrong. Lucu ya namanya keju gondrong :)) dan ternyata susah-susah gampang. Berhubung keju kraft lagi langka di doha, wakra dan mesaid akhirnya di padu dengan keju pride made in Saudi punya. Jadilah warna warni kejunya .
Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts
14 April 2016
05 March 2013
16 January 2013
My New Grab Button 2nd
Kepingin buat grab button yang sama dengan gambar headernya... nah baru hari ini utak-atik buat design untuk grab button. Silahkan liat caranya di sini
Salam,
Cara Membuat Share Grab Button
Lagi libur baking... mau sharing tips buat yang belum tau bagaimana membuat share grab button widget atau buat badge sendiri di blog. Sudah banyak beredar badge button yang bagus-bagus. Nah kepingin dong kita juga punya seperti mereka. Tapi caranya gimana? Ada sedikit tips yang mungkin bisa membantu. Bagaimana membuat Button dengan grab button code bisa di gunakan untuk blogger, wordpress, atau blog yang lainnya. Untuk pemula saya rasa ini yang paling mudah di buat sebab tidak butuh skill cara membaca HTML, liat bahasa program aja udh ga mudeng. Para beginner pun bisa.
Berikut tipsnya :
1. Punya blog terlebih dahulu. Buat temanya seperti apa, apakah untuk masakan, travel, jurnal atau lainnya. bisa pilih blogger,wordpress, tumblr, dll.
2. Punya logo image blog. Dengan image ukuran bujur sangkar tidak lebih dari 200x200px . Bisa buat design sendiri di photosop, picasa, picmonkey,photoscape,dll.
3. Setelah image sudah dibuat, klik photobucket untuk mendapatkan kode URL seperti HTML code ataupun IMG code. Jika belum punya acountnya register dulu ya. Kenapa saya pake Photobucket? ini yang menurut saya paling mudah.
4. Upload logo di photobucket. Copy HTML code. Simpan di notepad.
5. Buka web site Grab Button code Generator
Ikuti keterangan disana, lalu isi..
5. Untuk blogger : masuk ke dashboard lalu Klik layout, pilih add gadget.
6. Cari add gadget : pilih HTML/Javascript
7. Tulis titlenya : Grab My Button
8. copy paste code htmlnya...
selamat mencoba
Berikut tipsnya :
1. Punya blog terlebih dahulu. Buat temanya seperti apa, apakah untuk masakan, travel, jurnal atau lainnya. bisa pilih blogger,wordpress, tumblr, dll.
2. Punya logo image blog. Dengan image ukuran bujur sangkar tidak lebih dari 200x200px . Bisa buat design sendiri di photosop, picasa, picmonkey,photoscape,dll.
3. Setelah image sudah dibuat, klik photobucket untuk mendapatkan kode URL seperti HTML code ataupun IMG code. Jika belum punya acountnya register dulu ya. Kenapa saya pake Photobucket? ini yang menurut saya paling mudah.
4. Upload logo di photobucket. Copy HTML code. Simpan di notepad.
5. Buka web site Grab Button code Generator
Ikuti keterangan disana, lalu isi..
5. Untuk blogger : masuk ke dashboard lalu Klik layout, pilih add gadget.
6. Cari add gadget : pilih HTML/Javascript
7. Tulis titlenya : Grab My Button
8. copy paste code htmlnya...
selamat mencoba
12 January 2013
Pantry Organizing Labels
Punya tempat yang cantik-cantik bekas seperti bekas tempat selai, tempat cream cheese,dll yang sudah tidak di pakai lagi bisa kita gunakan untuk wadah bumbu dapur, cuci sampai bersih lalu keringkan, tinggal kita tambah label-label yang cantik pula ^_^ .
Dapet ide dari browsing.. aiihhh bagus-bagus labelnya, langsung aja deh buat. Pertama kita pilih design yang sesuai keinginan, kemudian edit & ganti nama label yang kita butuhkan apa saja.
06 January 2013
Baking Tools
Ini adalah peralatan perang di dapur saya... dari yang cuman punya 1-2 loyang, hand mixer, trus hobi koleksi cookies cutter yang lucu-lucu... lama-lama ngelirik loyang dengan berbagai macam ukuran, kemudian koleksi juga cetakan coklat yang lucu-lucu... akhirnya memutuskan untuk jadi bakuler hahaha... agar semua yang pernah saya beli ini bisa kembali modal hehheehe.... Alhamdulillah
02 January 2013
01 January 2013
Macam-Macam Bahan Kue & Kegunaannya
Berikut macam2 bahan kue dan kegunaannya: Baking powder merupakan bahan pengembang (leavening agent) campuran sodium bicarbonat, sodium alumunium fosfat dan monocalcium fosfat. bahan ini kemudian dicampur dengan pati. Sifat zat ini jika ketemu dengan cairan/air dan terkena panas akan membentuk karbondioksida. karbondioksida ini yang membuat adonan menjadi mengembang. untuk efek maksimal gunakan double acting baking powder.
soda kue/baking soda: merupakan komponen baking powder kandungannya adalah sodium bicarbonat yang merupakan komponen baking powder. Sifat bahan ini mengeluarkan gas (CO2) sehingga kue akan mengembang. Untuk cake penggunaanya biasanya bersamaan baking powder. Untuk kue kering, soda kue memberikan efek rasa kering, rasa garing dan renyah pada cookies/kue kering. sebaiknya gunakan baking powder saja sudah cukup untuk cake.
soda kue/baking soda: merupakan komponen baking powder kandungannya adalah sodium bicarbonat yang merupakan komponen baking powder. Sifat bahan ini mengeluarkan gas (CO2) sehingga kue akan mengembang. Untuk cake penggunaanya biasanya bersamaan baking powder. Untuk kue kering, soda kue memberikan efek rasa kering, rasa garing dan renyah pada cookies/kue kering. sebaiknya gunakan baking powder saja sudah cukup untuk cake.
16 September 2012
Mengenal Pasta
Kadang bingung dengan banyak jenis pasta. Sebab asal muasal pasta ini dari Italy. Saya kadang mengganggap semua bentuk itu pasta semua..hahaha ternyata kalo yang bentuknya spiral itu namanya Fusili. Ada banyak bentuk & jenis pasta serta olahannya. Yuk kita simak..supaya nambah ilmu kita soal per-pasta-an ;)
Source : Bogasari.com
Source : Bogasari.com
Foto : Teawe
Farfalle: Pasta bentuk dasi kupu-kupu dengan tepi bergerigi. Cocok untuk hidangan salad atau sajian utama dengan saus yang creamy, seperti Mornay Sauce.
Conchiglioni: Menyerupai kulit kerang. Lebih pas untuk isi sup, salad, dan sajian utama.
Cannelloni: Bentuknya seperti pipa berlubang dengan diameter 3cm, panjang + 5cm. Jenis lain cannelloni dengan bentuk lebih pendek dikenal dengan nama rigatoni, sedangkan yang berujung serong disebut penne. Cocok dimasak dengan daging dan keju pada hidangan panggang maupun rebus.
Lasagna: Berbentuk lembaran tipis dengan panjang + 27 cm, lebar 5 cm. Dapat dijumpai dalam tiga warna, kuning untuk hidangan panggang, merah biasanya diolah dengan saus tomat, dan hijau cocok dipadu dengan bayam atau aneka sayuran.
Spaghetti: Bentuknya seperti lidi panjang tanpa lubang. Sangat cocok disajikan dengan saus bolognaise (saus tomat dengan daging cincang). Serupa dengan spaghetti tapi ukuran lebih kecil dan pendek dikenal dengan sebutan vermicelli. Pas diolah bersama hidangan laut., daging, maupun isi sup.
Fusilli: Bentuknya mirip spiral. Biasanya diolah dengan saus krim dengan tomat dan kacang polong.
Macaroni: Pasta bentuk pipa melengkung dengan lubang di tengahnya. Pas untuk hidangan panggang seperti macaroni schotel dan isi aneka sup.
Fettuccini: Bentuknya seperti kwetiau, pipih dan lebar. Dapat dijumpai dalam tiga warna, hijau dari sari bayam, hitam dari tinta cumi-cumi, dan kuning dari telur. Cocok dijadikan sajian utama dengan daging, keju, sayuran, atau seafood.
Nah, sudah paham kan sekarang...? ^_^
Conchiglioni: Menyerupai kulit kerang. Lebih pas untuk isi sup, salad, dan sajian utama.
Cannelloni: Bentuknya seperti pipa berlubang dengan diameter 3cm, panjang + 5cm. Jenis lain cannelloni dengan bentuk lebih pendek dikenal dengan nama rigatoni, sedangkan yang berujung serong disebut penne. Cocok dimasak dengan daging dan keju pada hidangan panggang maupun rebus.
Lasagna: Berbentuk lembaran tipis dengan panjang + 27 cm, lebar 5 cm. Dapat dijumpai dalam tiga warna, kuning untuk hidangan panggang, merah biasanya diolah dengan saus tomat, dan hijau cocok dipadu dengan bayam atau aneka sayuran.
Spaghetti: Bentuknya seperti lidi panjang tanpa lubang. Sangat cocok disajikan dengan saus bolognaise (saus tomat dengan daging cincang). Serupa dengan spaghetti tapi ukuran lebih kecil dan pendek dikenal dengan sebutan vermicelli. Pas diolah bersama hidangan laut., daging, maupun isi sup.
Fusilli: Bentuknya mirip spiral. Biasanya diolah dengan saus krim dengan tomat dan kacang polong.
Macaroni: Pasta bentuk pipa melengkung dengan lubang di tengahnya. Pas untuk hidangan panggang seperti macaroni schotel dan isi aneka sup.
Fettuccini: Bentuknya seperti kwetiau, pipih dan lebar. Dapat dijumpai dalam tiga warna, hijau dari sari bayam, hitam dari tinta cumi-cumi, dan kuning dari telur. Cocok dijadikan sajian utama dengan daging, keju, sayuran, atau seafood.
29 March 2012
Tips & Trick antisipasi kegagalan dalam membuat Cakwe
Lagi baca-baca & browsing...liat artikel ini bagus sekali Sumber dari websitenya Bogasari
Membuat cakue sebetulnya mudah. Tapi, waktunya lumayan lama. Apa ciri-ciri cakue yang baik, bagaimana mencegah kegagalan dalam pembuatan cakue.
Membuat cakue sebetulnya mudah. Tapi, waktunya lumayan lama. Apa ciri-ciri cakue yang baik, bagaimana mencegah kegagalan dalam pembuatan cakue.
CAKUE, Makanan dari bahan tepung terigu Segitiga Biru ini sangat populer karena dijajakan oleh pedagang gorengan kaki lima, biasanya bersamaan dengan jenis penganan gorengan lainnya seperti, odading, roti goreng, martabak telur dan martabak manis.
Umumnya dimakan Cakue dengan menggunakan saus yang dibuat secara khusus. Selain itu, cakue bisa juga digunakan sebagai pendamping makanan tertentu, seperti bubur ayam, dan kacang kuah.Bahan baku cakue sangat mudah didapat, karena hanya berisi: tepung terigu, dengan kandungan protein sedang (10-11%), ragi, soda kue, kansui, air dan garam.
Proses pembuatannya pun tidak terlalu rumit. Hanya diaduk dan diistirahatkan. Hanya saja prosesnya sedikit memakan waktu yang agak panjang, minimal 6 jam karena proses aduk dan fermentasinya dilakukan berulangulang, sebelum digoreng.
Cakue yang baik, antara lain ditandai dengan bagian dalam yang berongga, tidak terkesan padat, berwarna warna kuning kecoklatan rata. Kulit tipis, tetapi tetap kering sedikit alot.
Berikut ini, adalah kegagalan yang sering dialami dalam membuat cakue, serta penyebabnya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Cakue tidak berongga- Kurang fermentasi (istirahat adonan kurang lama).
- Salah penggunaan tepung terigu (protein terlalu tinggi atau terlalu rendah).
- Kualitas ragi dan soda kue kurang bagus.
Bagian dalam cakue padat- Salah penggunaan tepung terigu.
- Fermentasi (istirahat kurang lama).
- Ragi tidak bekerja optimal.
Warna tidak bagus- Minyak terlalu panas.
- Minyak kurang panas.
- Terlalu lama fermentasi.
- Salah penggunaan tepung terigu.
Kulit cakue tebal- Salah penggunaan tepung terigu.
- Adonan tidak kalis.
- Fermentasi kurang.
- Fermentasi terlalu lama.
- Minyak goreng terlalu dingin.
Kurang alot- Adonan kurang kalis.
- Adonan terlalu lama fermentasinya.
- Kurang garam.
- Salah penggunaan tepung terigu.
28 November 2011
Cara Membuat Tahu/ Tofu
Kemarin berkesempatan melihat cara membuat tahu oleh suhu yaitu Ibu Isak QAPCO yang telah meluangkan waktunya untuk kami belajar bagaimana membuat tahu yang sehat beserta tips & triknya. Terima kasih ya bu, atas ilmunya semoga bermanfaat buat kita semua. Siapa tau ada yang jadi pengusaha tahu ;) Mari kita simak cara membuatnya. Selagi Ibu Isak beraksi membuat tahu, saya tak lupa untuk mendokumentasikan step-stepnya. Semoga yang lainnya bisa memahami dengan foto seadanya ini.
Cara Membuat Tahu
Oleh : Ibu Isak QAPCO
Bahan :
1 kg kacang kedelai
1 cup air cuka
1 cup air panas
Air secukupnya untuk merebus kedelai
1 sdm garam
kunyit secukupnya (jika ingin membuat tahu kuning)
![]() |
| Click the picture to enlarge |
Cara Membuat : (Berdasarkan no. yang tertera di foto)
1 Rendam Kacang kedelai selama 5jam. Minimal 5jam tapi tidak boleh lebih dari 10jam sebab pesan dari suhu, tahu nanti yang akan di hasilkan kurang bagus.
2. Bentuk kacang kedeleai yang sudah di rendam 5 jam mekar.
3. Ambil 1 cup kacang kedelai dan 1 cup air. Perbandingan kacang kedele dan air 1 : 1
4. Blender
5. Panaskan sedikit air hingga muncul buih-buih kecil (jangan terlalu mendidih meletup-letup)
6. Gunakan api besar
7. Tuang hasil blender ke dalam panci yang sudah terisi air, sampai kacang kedelai selesai di blender semua. JANGAN di aduk dulu sebelum kacang kedelai selesai semua di blender.
8. Aduk rata. 1 arah saja sebentar aja. Gunanya untuk mencampur dari blender yang pertama hingga blender yang terakhir, agar suhunya sama.
9. Tunggu sampai busanya yang diatas kelihatan kering.
10-12. Ambil busanya yang diatas sampai habis dan bersih, buang busanya.
13. Siapkan 1cup cuka dan 1 cup air panas,campur jadi satu
14. Tuang air kedeleai yang sudah di rebus ke dalam baskom yang atas nya di beri kain.
15. Saring.
16. Tutup kain lalu peras.
17. Siapkan campuran air cuka dan air panas.
18. Tuang ke dalam baskom sedikit demi sedikit
19. Sudah kelihatan menggumpal dan terlihat misah dengan air. Tunggu sebentar.
20. Siapakan cetakan tahu yang sudah di beri kain saringan.
21. Tuang ke dalam cetakan.
22. Ratakan lalu tutup dengan kain.
23. Beri atasnya penutup untuk kemudian di tekan-tekan sedikit.
24. Beri Air di atas penutup itu. Gunanya untuk menekan tahu agar bisa lebih padat nantinya.
25. Angkat tutup penekannya. Buka kainnya.
26. Potong-potong tahu sesuai selera.
27. Siapkan air rebusan yang sudah di beri 1sdm garam (untuk 1kg kacang kedeleai). Jika ingin tahu kuning beri secukupnya kunyit bubuk aduk rata.Tunggu hingga sudah terlihat buihnya (jangan sampai benar-benar mendidih). Masukan tahu. Jangan didihkan tahu, sebab tahu bisa jadi hancur. Setelah airnya mendidih baru masukan tahu. Matikan api. Tunggu sampai 5-10 menit. Biarkan di panci hingga dingin.
28-29. Tahu siap di pakai.
Tips :
* Untuk menghasilkan tahu yang rapih dan padat, saringannya harus yang kecil-kecil bolongannyanya. Pada saat kemarin kita praktek (foto no 20) itu saringan/bolong-bolongnya terlalu besar. Gunakan yang kecil dan rapat bolongannya sehingga air yang ada di tahu tidak cepat turun mengalir keluar dan bisa menghasilkan tahu yang teksturnya padat.
* Beban atas untuk penenekannya harus yang berat supaya benar-benar di tekan.
Semoga bermanfaat. Selamat mencoba.
26 September 2011
Masalah Umum Dalam Membuat Roti - Tipsnya
Ini adalah hasil saya belajar dari Bogasari Baking Center,yaitu seputar masalah kenapa roti yang di hasilkan kurang bagus serta bagaimana mengatasinya. Semoga bermanfaat.
Masalah Umum :
1. KULIT ROTI TEBAL DAN CEPAT KERING
Kemungkinan penyebabnya adalah :
a. Adonan mengering selama proses fermentasi akhir.
b. Suhu pemanggangan terlalu rendah.
c. Waktu pemanggangan terlalu lama sehingga kadar air dalam adonan terlalu banyak menguap.
Cara Mengatasinya :
a. Tutup adonan dengan plastik saat proses fermentasi akhir.
b. Pastikan suhu oven diatur sesuai anjuran pada resep.
c. Pastikan waktu pemanggangan sesuai anjuran pada resep.
2. ROTI YANG DIHASILKAN CEPAT BERJAMUR.
Kemungkinan penyebabnya adalah :
a. Roti di bungkus dalam keadaan masih panas.
b. Tempat produksi dan peralatan yang di gunakan kurang higienis/kurang bersih.
c. Produk tercemar oleh bahan lain yang berjamur di sekitar tempat produksi.
Cara mengatasi :
a. Bungkus roti dalam keadaan sudah dingin.
b. Bersihkan selalu tempat pembuatan roti serta peralatannya sebelum dan sesudah digunakan.
c. Periksa dan pastikan tidak ada bahan/produk yang berjamur di sekitar tempat produksi.
3. KERANGKA ROTI KURANG KOKOH DAN BERPINGGANG.
Kemungkinan penyebabnya adalah :
a. Kandungan gluten dalam tepung terlalu lemah.
b. Waktu pemanggangan roti kurang lama.
c. Suhu pemanggangan terlalu tinggi.
d. Komposisi bahan mengandung cairan terlalu banyak dalam resep (air,susu cair,telur, gula,lemak)
e. Protein tepung kurang tinggi.
Cara mengatasinya :
a. Tambahkan bread improver atau bahan penguat gluten secukupnya.
b. Pastikan waktu pemanggangan sesuai anjuran dalam resep.
c. Pastikan suhu oven di atur sesuai anjuran dalam resep.
d. Kaji resep yang di gunakan dan perhatikan penggunaan bahan yang banyak mengandung cairan tersebut.
e. Gunakan tepung protein tinggi.
4. ROTI YANG DIHASILKAN PERMUKAANNYA DATAR (FLAT)
Kemungkinan penyebabnya adalah :
a. Adonan terlalu banyak mengandung cairan (air,susu cair,telur, gula dan lemak)
b. Gluten dalam tepung terigu terlalu lemah.
Cara mengatasinya :
a. Teliti kembali komposisi resep yang di gunakan dan kurangi pemakaian air.
b. Tambahkan bahan penguat gluten/ bread improver dalam resep yang digunakan.
5. TERDAPAT SOBEKAN DI SISI SAMPING ROTI
Kemungkinan penyebabnya adalah :
a. Jarak antara adonan terlalu dekat satu sama lain.
b. Adonan di -roll terlalu tpis/kurang tebal,sehingga adonan sobek saat di kembangkan/di panggang.
c. Suhu oven kurang tinggi.
d. Adonan lengket di loyang yang di gunakan.
Cara mengatasinya :
a. Atur jarak yang cukup satu sama lain agar panas bisa sampai ke bagian samping roti.
b. Adonan roti jangan terlalu tipis, yang penting rata dan gas terbuang dengan baik.
c. Atur suhu oven sesuai anjuran di resep.
d. Olesi loyang secara merata dengan bahan pemoles yang di sarankan dalam resep.
6. DONUT YANG DIHASILKAN TERLALU MENYERAP MINYAK.
Kemungkinan penyebabnya adalah :
a. Temperatur minyak penggorengan terlalu rendah.
b. Waktu adonan di fermentasi terlalu lama sebelum di goreng.
c. Kelembaban ruangan fermentasi terlalu tinggi.
d. Terlalu sering di bolak balik saat di goreng.
Cara mengatasinya :
a. Naikkan temperatur minyak penggorengan.
b. Pastikan waktu fermentasi pas. Ciri adonan siap di goreng ada lingkaran putih di sekeliling donut setelah donat matang. (Dulu saya kira ini malah kurang matang, ternyata hasil ini malah yang bagus).
c. Turunkan suhu ruangan fermentasi agar donat tidak cepat mengembang.
(Biasanya ada lemari khusus untuk fermentasi, yang disertai dengan temperaturnya).
d. Saat di donut di goreng cukup di balik 2x lalu angkat dan tiriskan.
Weleh...ternyata banyak juga masalahnya, teorinya....makanya pada waktu kursus 3hari di BBC ini, ada1 hari khusus untuk teori....
Terima kasih BBC ^_^
Masalah Umum :
1. KULIT ROTI TEBAL DAN CEPAT KERING
Kemungkinan penyebabnya adalah :
a. Adonan mengering selama proses fermentasi akhir.
b. Suhu pemanggangan terlalu rendah.
c. Waktu pemanggangan terlalu lama sehingga kadar air dalam adonan terlalu banyak menguap.
Cara Mengatasinya :
a. Tutup adonan dengan plastik saat proses fermentasi akhir.
b. Pastikan suhu oven diatur sesuai anjuran pada resep.
c. Pastikan waktu pemanggangan sesuai anjuran pada resep.
2. ROTI YANG DIHASILKAN CEPAT BERJAMUR.
Kemungkinan penyebabnya adalah :
a. Roti di bungkus dalam keadaan masih panas.
b. Tempat produksi dan peralatan yang di gunakan kurang higienis/kurang bersih.
c. Produk tercemar oleh bahan lain yang berjamur di sekitar tempat produksi.
Cara mengatasi :
a. Bungkus roti dalam keadaan sudah dingin.
b. Bersihkan selalu tempat pembuatan roti serta peralatannya sebelum dan sesudah digunakan.
c. Periksa dan pastikan tidak ada bahan/produk yang berjamur di sekitar tempat produksi.
3. KERANGKA ROTI KURANG KOKOH DAN BERPINGGANG.
Kemungkinan penyebabnya adalah :
a. Kandungan gluten dalam tepung terlalu lemah.
b. Waktu pemanggangan roti kurang lama.
c. Suhu pemanggangan terlalu tinggi.
d. Komposisi bahan mengandung cairan terlalu banyak dalam resep (air,susu cair,telur, gula,lemak)
e. Protein tepung kurang tinggi.
Cara mengatasinya :
a. Tambahkan bread improver atau bahan penguat gluten secukupnya.
b. Pastikan waktu pemanggangan sesuai anjuran dalam resep.
c. Pastikan suhu oven di atur sesuai anjuran dalam resep.
d. Kaji resep yang di gunakan dan perhatikan penggunaan bahan yang banyak mengandung cairan tersebut.
e. Gunakan tepung protein tinggi.
4. ROTI YANG DIHASILKAN PERMUKAANNYA DATAR (FLAT)
Kemungkinan penyebabnya adalah :
a. Adonan terlalu banyak mengandung cairan (air,susu cair,telur, gula dan lemak)
b. Gluten dalam tepung terigu terlalu lemah.
Cara mengatasinya :
a. Teliti kembali komposisi resep yang di gunakan dan kurangi pemakaian air.
b. Tambahkan bahan penguat gluten/ bread improver dalam resep yang digunakan.
5. TERDAPAT SOBEKAN DI SISI SAMPING ROTI
Kemungkinan penyebabnya adalah :
a. Jarak antara adonan terlalu dekat satu sama lain.
b. Adonan di -roll terlalu tpis/kurang tebal,sehingga adonan sobek saat di kembangkan/di panggang.
c. Suhu oven kurang tinggi.
d. Adonan lengket di loyang yang di gunakan.
Cara mengatasinya :
a. Atur jarak yang cukup satu sama lain agar panas bisa sampai ke bagian samping roti.
b. Adonan roti jangan terlalu tipis, yang penting rata dan gas terbuang dengan baik.
c. Atur suhu oven sesuai anjuran di resep.
d. Olesi loyang secara merata dengan bahan pemoles yang di sarankan dalam resep.
6. DONUT YANG DIHASILKAN TERLALU MENYERAP MINYAK.
Kemungkinan penyebabnya adalah :
a. Temperatur minyak penggorengan terlalu rendah.
b. Waktu adonan di fermentasi terlalu lama sebelum di goreng.
c. Kelembaban ruangan fermentasi terlalu tinggi.
d. Terlalu sering di bolak balik saat di goreng.
Cara mengatasinya :
a. Naikkan temperatur minyak penggorengan.
b. Pastikan waktu fermentasi pas. Ciri adonan siap di goreng ada lingkaran putih di sekeliling donut setelah donat matang. (Dulu saya kira ini malah kurang matang, ternyata hasil ini malah yang bagus).
c. Turunkan suhu ruangan fermentasi agar donat tidak cepat mengembang.
(Biasanya ada lemari khusus untuk fermentasi, yang disertai dengan temperaturnya).
d. Saat di donut di goreng cukup di balik 2x lalu angkat dan tiriskan.
Weleh...ternyata banyak juga masalahnya, teorinya....makanya pada waktu kursus 3hari di BBC ini, ada1 hari khusus untuk teori....
Terima kasih BBC ^_^
Subscribe to:
Posts (Atom)






